Selasa, 12 April 2011

Menghitung Hari

150109

Menghitung hari sampai saat berbuka
Kadang ku lelah
Kadang ku tak berdaya

Menghitung hari
Perlukah? Pentingkah?

Sabtu, 09 April 2011

Penculikan

150109

Seperti disambar petir di siang bolong
Begini rasanya, pikirku
Kenapa?
Kenapa kamu selalu begitu?
datang saat terlambat
Dulu kamu datang saat tak mungkin
Lalu setelah sekian lama tak bersua
kamu datang saat telah berubah
“Aku Beda” katamu
{APA?} teriakku dalam hati
Aku harus bagaimana?
tetap tenang atau marah?
Kaget? Itu pasti
Ku serasa BODOH
Tak menyadari tanda yang kamu beri
Tak menghiraukan keanehan yang tampak
Aku marah pada diriku yang tak peka
Aku marah pada mereka yang menculik kamu
Aku kasihan pada kamu yang mencari tempat bersandar

Selasa, 05 April 2011

(Bukan ) Penantian yang Tak Bertepi

080310

Menanti, menunggu, bertahan, dan apapun makna sinonimnya yang lain, bukanlah perkara yang gampang, segampang mengatakannya. Walaupun tidak sedikit yang memilihnya dengan alasan 'demi'. Demi apapun, demi meraih sesuatu, demi seseorang, demi kebahagiaan, demi suatu janji, demi pembuktian sesuatu, dan demi-demi yang lain, termasuk penasaran sekalipun.

Sabtu, 02 April 2011

Tidak Semua Orang Bisa Bahasa Kalbu

240210

Jangan kau diam lagi,
ku tak sanggup menahan.
Bicaralah kau sayang,
 jiwa ini tak tenang.
Dikutip dari lirik lagu Cinta Jangan Kau Pergi- Vidi Aldiano

Pernah dengar lagu itu? Terus terang saat mendengar lirik ini, diriku ingat sesuatu. Ya, kenapa hanya diam membisu? Bagaimana orang lain akan tahu maksud hati kita? Jangan anggap semua orang bisa ilmu kebatinan seperti kita. Jadi, jika kita hanya diam, jangan berharap orang lain akan menangkap apa yang kita maksudkan, ataupun mau memahami kita. Jangan salahkan mereka atau merasa sakit hati jika ternyata perlakuan orang lain membuat kita tidak nyaman. Karena memang mereka tidak salah. Selain itu, yakinkah kita bahwa diam kita tak membuat orang  lain tersiksa?

Kamis, 31 Maret 2011

"Kasihan Banget Anak-anak Saya!"

080310

Cerita ini terinspirasi dari teman yang bertemu seorang bapak di sebuah bengkel motor.

Kenapa sepeda motornya?
     Ini pak, suka mati mendadak kalo lagi jalan. Kalau bapak?
Oh, biasa, Cuma servis rutin. Saya penggemar motor merk XXXXXXXX.
     Oh… .
Dibandingkan merk lain, mesinnya lebih bandel.
     Hehehe… .