Tampilkan postingan dengan label buah karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah karya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

Main 'Air': 'Basah Kuyup'


Kita sama-sama tahu bahwa main api itu panas dan akan terbakar hangus menjadi debu. Jadi jalan amannya kita tak usah main api sama sekali. Tapi kita tak memilih main api ataupun jalan aman. Kita coba padukan keduanya, yaitu main air. Karena kita tahu, main api akan hilang tak berbekas sedangkan main air 'hanya' akan basah.

Saat sebelum akan menceburkan diri ke dalam air. Kita sudah sama-sama sadar atas segala konsekuensi. Menimbangnya, dan akhirnya memikulnya. Selama main air, kita tak hanya mengapung, tapi terkadang berenang dan sesekali kita juga bahkan menyelam. Saat yang satu hampir tenggelam, yang lainnya menariknya untuk mengapung kembali. Begitu seterusnya selama ini.

Rabu, 19 Desember 2012

Pokoknya Bukan Sinetron!!!


Suatu kali dalam percakapan telepon jarak jauh. Ya iyalah ya, masak ada telepon-teleponan jarak pendek. Pemborosan itu! Ckckck….


Hahaha…. Boleh juga filmnya. Lumayan lucu.
          Hm. Brarti berikutnya nonton yang satu lagi.
Hmm…. Panjang gitu lho…, lama. Kalo yang barusan kan film lepasan.
          Ya dicicil nontonnya.
Kayak kredit aja dicicil.
          Ya terserah kamu.

Minggu, 27 Mei 2012

cinTa, cinTA, cInTa


"Aku memang mencintainya, tapi aku lebih mencintaiNya."


Awalnya cinTa, kemudian cinTA, dan akhirnya cInTa.


aoi

Kamis, 19 April 2012

Kamu nggak pulang duluan?


Nanti kira2 sampai sana jam brp?

    Berangkat jam setengah 1, paling jam 1/2 2 sampai.

Oke.




Udah masukkah?

    Lg check in, lg dmn? Panas lho, jd kesini?

Iya, di dpn pintu masuk.

    Ya, tunggu bentar, keluar.

Selasa, 16 Agustus 2011

Menohok

Sabtu siang di sebuah kantin sekolah, empat alumni sedang berkumpul.

Kawan : Dari mana aja, Bang? Kok baru datang?
Teman : Untung makanan kita belum abis.
Abang  : Sory, sory. Baru ngembaliin bola.
Dedek  : Futsal semalam?
Abang  : Iya.
Kawan : Semalam, maksudnya malam?
Abang  : Iya, jam 9 malam kami main di aula.
Teman : Niat banget ya malam-malam futsal.
Abang  : Dah lama nggak cari keringat. Sekalian reunian.
              Eh, Dek, semalam aku ketemu sama Darma lho…
Kawan : Darma yang dulu suka sama Dedek?

Senin, 15 Agustus 2011

"Untung tidak jadi tercetuskan!"

Pagi menjelang siang; udara menjadi semakin hangat. Terlihat dua orang bersepeda sedang mengayuh dengan sangat lambat; seperti sedang mencari tempat untuk rehat sejenak.


"Pak, numpang duduk-duduk di sini ya!" si laki-laki meminta izin sekaligus menyapa Pak Tani.

"Oh, iya silakan, abis jalan-jalan?" sahut Pak Tani mempersilakan sambil balik menyapa.

"Iya, Pak. Ini ada orang kota yang pengen liat yang seger-seger katanya." , jawab si laki-laki seraya melirik perempuan di sebelahnya.



Si perempuan hanya mengangguk sambil tersenyum ke Pak Tani setelah memberikan sorot mata protesnya ke si laki-laki.

Dan si laki-laki hanya nyengir mendapat tatapan protes itu.

Kamis, 11 Agustus 2011

Bukan Maksud Itung-itungan!

 “Ini, makanku tadi.”

“Nggak usah. Aku traktir.”
“Janganlah. Sudah terlalu sering kamu begitu.”
“Udahlah, kamu apa-apaan sih. Udah, simpen aja.”
“Aku nggak mau!”
“Aku juga nggak mau! Kalau kamu nggak mau, kasih aja ke pengemis. Udah ya! Aku balik dulu….! Daahh….!”
“Hei…!” Fiuh….

Senin, 11 Juli 2011

tak kasatmata

Kemana saja kamu selama ini?
          Hei, tumben.
Tumben?
          Ya, tumben kau menyapa.
Hei, kamu belum menjawab pertanyaanku.

Rabu, 06 Juli 2011

Mau dibawa ke mana (hidupku)?

Hari ke-1, Ata membaca.
(QI: 142-143)
Salah satu penyebab kebanyakan orang tidak bahagia adalah kerena pekerjaan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan visi dan misi hidupnya atau tidak tahu jelas misi dan visi hidupnya. Banyak orang telah melakukan berbagai macam pekerjaan selama berpuluh tahun baru mulai menyadari jenis pekerjaan yang sesuai dengan visi dan misi hidupnya. Dan setelah diperlukan waktu bertahun untuk menyadari pekerjaan yang cocok, mereka masih perlu bertahun-tahun lagi untuk mengumpulkan keberanian terjun ke dalam profesi barunya. Oleh karena mereka takut apakah bisa hidup dan mendapatkan penghasilan yang cukup, apakah bisa sukses mengingat latar belakang pendidikan yang tidak mendukung profesi yang diinginkannya.

Syukurlah Saat Itu Aya Sedang Telmi

Jam di dinding menunjukkan pukul 05.30 waktu Indonesia bagian barat. Aya melihat sekilas, oke lima belas menit lagi berangkat setelah stretchingku selesai. Tepat pukul 05.45 WIB, Aya menutup pintu kamarnya, mampir sejenak ke meja makan, minum sereal dulu segelas. Pukul 06.00 WIB, Aya sudah menutup pagar, berangkat ke tempat ia biasa jogging.

barang mewah bernama "sinyal"


Hari ini aq pindah ke pos baru. Ga ada sinyal sama sekali. Mungkin agak susah kontak. Be confident. Go it!

Kabar terakhir sebelum pindah sekaligus pesan sang kakak pada adiknya.



Dua minggu sebelumnya sang kakak sempat mengabarkan,

Btw, sepertinya akan lebih sulit berkomunikasi deh. Ada info mau direlokasi ke pos yang sedikit masuk. Kayaknya kalo mau sms-an harus janjian dulu. Suntuk aku sore ini.

Itung2 latian buat ikut big brother. Ha3x...

Selasa, 05 Juli 2011

Andai Kalian di Sisi

Malam semakin larut. Menjelang pagi bahkan. Dia baru saja menyelesaikan film serial yang sudah kesekian kalinya dia tonton. Tak bosan karena itu aktor favoritnya. Tak bosan karena ceritanya menarik. Tak bosan karena dia butuh, butuh akan pesan dari film itu. Dan bukan karena tak bosan malam ini dia mengulanginya lagi, itu lebih karena untuk menjauhkannya sejenak dari rasa sepi.

Senin, 04 Juli 2011

Kejarlah Selagi Bisa!


"Halo!"


"Oh, gitu? Gimana ya Niy… Ya udah coba via email atau sms aja, gimana?"

"Hah? Aneh kali! Kan kita tiap hari ketemu. Kok via email. Emang lu ma suamimu dulu, wajar karena kalian berjauhan."

"Iya, juga ya… Tapi gapapa dicoba aja Niy…"

"Hih, ni anak…. Nggak ah!"

"Terserah kamu deh!"

Selasa, 14 Juni 2011

Yang Paling Menyakitkan

"Apa yang paling menyakitkan dalam suatu komitmen?", tanya guru pada murid-muridnya.


 "Patah hati, Guru"


"Putus cinta"


"Emm…. Bertepuk sebelah tangan, Guru"


"Mungkin…. Kasih tak sampai?"

Senin, 13 Juni 2011

Si Bunga dan Si Matahari

Saat Bunga dan Matahari masih dalam genggaman,
mereka begitu ceria dan penuh semangat. Semuanya terasa akan berjalan dengan baik. Optimisme begitu terasa. Harum semerbak Bunga itu begitu dekat terasa di hidung dan sinar Matahari terasa hangat menyentuh kulit.

Minggu, 12 Juni 2011

Bergegaslah!


Mengapa kau tak jua beranjak?
Dari tadi hanya mondar-mandir di ruangan ini.
Sudah cukup lama sejak ekspedisi berat ini dihentikan.
Nanti kau akan telat sampai ke tujuan.
     Ya, aku tahu. Tapi… .

Jumat, 10 Juni 2011

Ide Gila!

"Ide Gila!", spontan ku berteriak setelah mendengar idenya.

"Nggak juga sih, Mbak. Patut dicoba menurutku.", dengan entengnya dia berkata itu.

"Tapi, haruskah dengan cara seperti itu???", tanyaku lagi.

"Ya memang agak gila sih, tapi kalau nggak gitu, dia nggak akan sadar!", katanya lagi.

"…………………………………"

Senin, 30 Mei 2011

Selamat Datang di Dunia Nyata!

010910

Kau tak memberi ucapan selamat padaku?
     Untuk apa?
     Apa sesuatu yang baik telah terjadi?
Tentu saja!
     Dan kau tak mau berbagi kebahagiaan denganku?
Mengapa kau berpikiran begitu?
Sudah jelas aku memintamu memberi selamat.
     Ya, apa itu hal baiknya?

Minggu, 29 Mei 2011

Panas, Lapar, dan Haus


260810

Siang di awal tahun itu cukup panas. Tapi tak menyurutkan para kepala keluarga untuk mengenyangkan anggota-anggotanya di akhir pekan. Ataupun muda-mudi yang mengisi waktu luangnya bersama teman seperjuangan. Tempat itu judulnya tempat untuk makan, tapi entah mengapa cukup riuh rendah. Sebenarnya mereka lapar perut atau lapar ngomong, sudah tak jelas lagi karena bercampur, walaupun tak gaduh. Di sisi ruangan persegi itu, tepat di sebelah jendela yang menghadap tempat parkir, terdengar percakapan yang tak biasa, turut memeriahkan suasana siang itu. Tak biasa apakah berarti luar biasa? Yang pasti percakapan itu di luar kebiasaan mereka selama ini.

Minggu, 15 Mei 2011

Masih Ada Kesempatan Ke-2

030810

Hai! Bagaimana?
     Aku harus mengulang minggu depan.
Alhamdulillah…
     Lho, kok?
Ya, karena kamu masih diberi kesempatan lagi.
Mau diambil?
     Ya, iya dong!